Sayang...abi sungguh sayang sama kamu, tak hanya abi..umi juga sayang sama kamu..abi hanya ingin engkau jadi penyejuk jiwa, yang selalu menyenangkan saat di pandang. Abi percaya engkau pasti bisa..
## Selengkapnya....
Rabu, 31 Desember 2008
Senin, 29 Desember 2008
Pesan Ahmadinejad Kepada Ratu Elizabeth II
warnaislam.com — Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad akan mengirim pesan Natal kepada Ratu Inggris, Elizabeth II. Pesan tersebut juga ditujukan kepada rakyat Inggris.Ahmadinejad akan menyampaikan pesannya melalui televisi Inggris, Channel Four, demikian dikutip AFP, Kamis (25/12).
Berdasarkan transkrip pra-rilis yang didapatkan dari Channel Four, Ahmadinejad mengatakan, "Apabila Yesus berada di bumi hari ini, tidak disangsikan lagi dia akan berada pada barisan orang yang menentang kekerasan, sifat pemarah dan kekuatan ekspansi,".
"Jika Yesus berada di bumi saat ini, tidak diragukan lagi, dia akan menaikkan bendera keadilan dan cinta atas sesama untuk melawan penyeru peperangan, teroris dan pengganggu kehidupan manusia di seluruh dunia," lanjutnya.
Selain itu, beliau mengatakan bahwa permasalahan sosial yang saat ini terjadi di masyarakat adalah diakibatkan karena penolakan terhadap agama. "Yesus akan kembali 'bersama anak yang mengagungkan pesan yang disampaikan Islam dan akan memimpin dunia menggapai cinta, persaudaraan dan keadilan'," ucapnya.
Beliau mengakhiri pesannya yang diucapkan di Parsi, Iran, dengan mengungkapkan harapan pada tahun baru yang akan segera tiba.
"Saya berdoa untuk tahun baru akan menjadi tahun kebahagian, kemakmuran, perdamaian dan persaudaraan untuk sesama. Saya berharap agar semuanya sukses dan bahagia" katanya.
Hubungan Iran dan Inggris mengalami ketegangan sejak Revolusi Iran pada tahun 1979, saat Iran membantah tuduhan Barat mengenai program nuklirnya.
Negara Barat khawatir program nuklir yang dijalankan Iran akan dijadikan senjata. Namun, Iran bersikukuh bahwa program nuklirnya hanya digunakan untuk kepentingan damai, yaitu sebagai pembangkit tenaga listrik.
Dubes Israel di Inggris, Ron Prosor, mengecam pesan itu sebagai 'skandal dan mempermalukan bangsa' yang diberikan Presiden Iran yang menolak mengakui Holocaust dan negara Yahudi.
penulis:Fauzan
sumber: http://www.warnaislam.com/berita/dunia/2008/12/25/61200/Pesan_Ahmadinejad_Ratu_Elizabeth_II.htm
Label:
Politik
Rabu, 24 Desember 2008
Ku Rindu Kalian
Sudah hampir satu (1) bulan saya ditinggal oleh orang-orang yang saya sayangi. Orang-orang yang dalam suka dan duka selalu bersama-sama, saling mengisi dan menasehati. Bersama berbagi dan saling melengkapi. Berjuang bersama dalam rangka mendapat ridlo ilahi.
Walau memang secara fisik berjauhan dan tidak bertatap pandang, namun hati ini selalu dekat dengan mereka. Walau tangan tak saling berpegang, namun hati slelau terikat. Itu mungkin yang selalu mendorong diri saya untuk setiap harinya meng absen diri nelpon mereka.
Merekalah yang menjadi penyemangat diri ini untuk bergerak, beraktivitas dan melaksanakan rutinitas harian. Itu pasti setelah Allah, Rosul.
Wahai kalian yang berada jauh disana...dengarkan suara rindu dalam hati ini. Aku ingin bertemu dengan kalian.
Semoga Allah SWT. menjadikan hati kita untuk selalu bertaut, bersama dan membagi kasih sayang. Bersama membina rumah tangga, mendidik anak-anak kita menjadi generasi Rabbani, yang dicintai.....Amiiin
## Selengkapnya....
Walau memang secara fisik berjauhan dan tidak bertatap pandang, namun hati ini selalu dekat dengan mereka. Walau tangan tak saling berpegang, namun hati slelau terikat. Itu mungkin yang selalu mendorong diri saya untuk setiap harinya meng absen diri nelpon mereka.
Merekalah yang menjadi penyemangat diri ini untuk bergerak, beraktivitas dan melaksanakan rutinitas harian. Itu pasti setelah Allah, Rosul.
Wahai kalian yang berada jauh disana...dengarkan suara rindu dalam hati ini. Aku ingin bertemu dengan kalian.
Semoga Allah SWT. menjadikan hati kita untuk selalu bertaut, bersama dan membagi kasih sayang. Bersama membina rumah tangga, mendidik anak-anak kita menjadi generasi Rabbani, yang dicintai.....Amiiin
Hari yang "mengasyikan"
Akhir-akhir ini, saya mendapat kesibukan baru dalam rangka promosi STMIK Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. STMIK Jenderal Achmad Yani menyelenggarakan Lomba Cerdas Cermat Teknologi Informasi (LCCTI) SMA Di DIY.
Pelaksanaan LCCTI mulai dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2008. SMA N Cangkringan menjadi sekolahan pertama yang melaksanakan LCCTI. Sungguh saya merasakan senang ketika bisa memberi motivasi dan semangat bersaing kepada para siswa. merekapun sangat antusias mengikuti acara perlombaan ini. Dengan yel-yel yang mereka buat dan dengan semangat bertanding yang luar biasa. Rasa optimis hadir dalam hatinya untuk menjadi yang terbaik.
LCCTI ini diikuti oleh kelas X, XI dan kelas XII. setiap kelas ditandingkan dalam babak eliminasi, sehingga akan ada satu juara yang akan mewakili tiap kelas untuk maju ke babak final. Setiap babak ada tiga jenis soal : Pertanyaan Wajib, Praktek dan pertanyaan rebutan.
Pada babak final diikuti oleh perwakilan setiap kelas, sehingga nantinya akan diambil juara 1, 2, 3. Saya sebagai pemandu berusaha semaksimal mungkin agar acara LCCTI ini terasa menyenangkan.
Sungguh semua berjalan begitu saja sesuai urutan acara yang telah ada. Akhirnya Semoga sukses buat para peserta semua.....
## Selengkapnya....
Pelaksanaan LCCTI mulai dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2008. SMA N Cangkringan menjadi sekolahan pertama yang melaksanakan LCCTI. Sungguh saya merasakan senang ketika bisa memberi motivasi dan semangat bersaing kepada para siswa. merekapun sangat antusias mengikuti acara perlombaan ini. Dengan yel-yel yang mereka buat dan dengan semangat bertanding yang luar biasa. Rasa optimis hadir dalam hatinya untuk menjadi yang terbaik.
LCCTI ini diikuti oleh kelas X, XI dan kelas XII. setiap kelas ditandingkan dalam babak eliminasi, sehingga akan ada satu juara yang akan mewakili tiap kelas untuk maju ke babak final. Setiap babak ada tiga jenis soal : Pertanyaan Wajib, Praktek dan pertanyaan rebutan.
Pada babak final diikuti oleh perwakilan setiap kelas, sehingga nantinya akan diambil juara 1, 2, 3. Saya sebagai pemandu berusaha semaksimal mungkin agar acara LCCTI ini terasa menyenangkan.
Sungguh semua berjalan begitu saja sesuai urutan acara yang telah ada. Akhirnya Semoga sukses buat para peserta semua.....
Selasa, 23 Desember 2008
Sebaik-baik manusia
Ternyata, derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauh mana dirinya punya nilai mamfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda, "Khairunnas anfa’uhum linnas", "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak mamfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)Hadits ini seakan-akan mengatakan bahwa jikalau ingin mengukur sejauh mana derajat kemuliaan akhlak kita, maka ukurlah sejauh mana nilai mamfaat diri ini? Istilah Emha Ainun Nadjib-nya, tanyakanlah pada diri ini apakah kita ini manusia wajib, sunat, mubah, makruh, atau malah manusia haram?
Apa itu manusia wajib? Manusia wajib ditandai jikalau keberadannya sangat dirindukan, sangat bermamfat, perilakunya membuat hati orang di sekitarnya tercuri. Tanda-tanda yang nampak dari seorang manusia wajib, diantaranya dia seorang pemalu, jarang mengganggu orang lain sehingga orang lain merasa aman darinya. Perilaku kesehariannya lebih banyak kebaikannya. Ucapannya senantiasa terpelihara, ia hemat betul kata-katanya, sehingga lebih banyak berbuat daripada berbicara. Sedikit kesalahannya, tidak suka mencampuri yang bukan urusannya, dan sangat nikmat kalau berbuat kebaikan. Hari-harinya tidak lepas dari menjaga silaturahmi, sikapnya penuh wibawa, penyabar, selalu berterima kasih, penyantun, lemah lembut, bisa menahan dan mengendalikan diri, serta penuh kasih sayang.
Bukan kebiasaan bagi yang akhlaknya baik itu perilaku melaknat, memaki-maki, memfitnah, menggunjing, bersikap tergesa-gesa, dengki, bakhil, ataupun menghasut. Justru ia selalu berwajah cerah, ramah tamah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan marahnya pun karena Allah SWT, subhanallaah, demikian indah hidupnya.
Karenanya, siapapun di dekatnya pastilah akan tercuri hatinya. Kata-katanya akan senantiasa terngiang-ngiang. Keramahannya pun benar-benar menjadi penyejuk bagi hati yang sedang membara. Jikalau saja orang yang berakhlak mulia ini tidak ada, maka siapapun akan merasa kehilangan, akan terasa ada sesuatu yang kosong di rongga qolbu ini. Orang yang wajib, adanya pasti penuh mamfaat. Begitulah kurang lebih perwujudan akhlak yang baik, dan ternyata ia hanya akan lahir dari semburat kepribadian yang baik pula.
Orang yang sunah, keberadaannya bermamfaat, tetapi kalau pun tidak ada tidak tercuri hati kita. Tidak ada rongga kosong akibat rasa kehilangan. Hal ini terjadi mungkin karena kedalaman dan ketulusan amalnya belum dari lubuk hati yang paling dalam. Karena hati akan tersentuh oleh hati lagi. Seperti halnya kalau kita berjumpa dengan orang yang berhati tulus, perilakunya benar-benar akan meresap masuk ke rongga qolbu siapapun.
Orang yang mubah, ada tidak adanya tidak berpengaruh. Di kantor kerja atau bolos sama saja. Seorang pemuda yang ketika ada di rumah keadaan menjadi berantakan, dan kalau tidak adapun tetap berantakan. Inilah pemuda yang mubah. Ada dan tiadanya tidak membawa mamfaat, tidak juga membawa mudharat.
Adapun orang yang makruh, keberadannya justru membawa mudharat. Kalau dia tidak ada, tidak berpengaruh. Artinya kalau dia datang ke suatu tempat maka orang merasa bosan atau tidak senang. Misalnya, ada seorang ayah sebelum pulang dari kantor suasana rumah sangat tenang, tetapi ketika klakson dibunyikan tanda sang ayah sudah datang, anak-anak malah lari ke tetangga, ibu cemas, dan pembantu pun sangat gelisah. Inilah seorang ayah yang keberadaannya menimbulkan masalah.
Lain lagi dengan orang bertipe haram, keberadaannya malah dianggap menjadi musibah, sedangkan ketiadaannya justru disyukuri. Jika dia pergi ke kantor, perlengkapan kantor pada hilang, maka ketika orang ini dipecat semua karyawan yang ada malah mensyukurinya.
Masya Allah, tidak ada salahnya kita merenung sejenak, tanyakan pada diri ini apakah kita ini anak yang menguntungkan orang tua atau hanya jadi benalu saja? Masyarakat merasa mendapat mamfaat tidak dengan kehadiran kita? Adanya kita di masyarakat sebagai manusia apa, wajib, sunah, mubah, makruh, atau haram? Kenapa tiap kita masuk ruangan teman-teman malah pada menjauhi, apakah karena perilaku sombong kita?
Kepada ibu-ibu, hendaknya tanyakan pada diri masing-masing, apakah anak-anak kita sudah merasa bangga punya ibu seperti kita? Punya mamfaat tidak kita ini? Bagi ayah cobalah mengukur diri, saya ini seorang ayah atau gladiator? Saya ini seorang pejabat atau seorang penjahat? Kepada para mubaligh, harus bertanya, benarkah kita menyampaikan kebenaran atau hanya mencari penghargaan dan popularitas saja?
Bundel by UGLY --- Jan '02
Label:
Artikel Islam
Kamis, 18 Desember 2008
"Dakwah" Novel Islami
Sudah beberapa waktu yang lalu saya download Novel Islam dari blog "www.Ebooks-Islam.blogspot.com". Setelah saya dapat beberapa downloadan dan sudah saya baca, ada niatan dalam diri saya untuk menyebarkan kembali lewat blog saya ini. Saya ingin saudara-saudara yang lain bisa membaca novel-novel islami ini.
Mudah-mudahan apa yang saya lakukan tidak menyalahi aturan dan etika. Dan saya ucapkan terima kasih kepada Akh..yang telah menyediakan novel novel tersebut. Diantara Novel-novel itu dapat di download dibawah ini :
Ayat-ayat Cinta
Mahkota Cinta
Bidadari Untuk Ikhwan
Josep Sang Muallaf
The Davinci Code
Selamat menikmati suguhan dari saya..
## Selengkapnya....
Mudah-mudahan apa yang saya lakukan tidak menyalahi aturan dan etika. Dan saya ucapkan terima kasih kepada Akh..yang telah menyediakan novel novel tersebut. Diantara Novel-novel itu dapat di download dibawah ini :
Ayat-ayat Cinta
Mahkota Cinta
Bidadari Untuk Ikhwan
Josep Sang Muallaf
The Davinci Code
Selamat menikmati suguhan dari saya..
Rabu, 17 Desember 2008
Selamat Menempuh Hidup Baru "Pak Polisi"
Tanggal 17 Desember 2008 Kemarin, Teman Seperjuangan selepas saya lulus dari bangku kuliah telah mengakhiri masa lajangnya, Inisialnya "ER". Dia menyunting seorang gadis asal Cilacap. Sebenarnya akadnya sendiri sudah dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2008 di tempat si Gadis. Kemarin itu acara "Sepasare" (istilah orang jawa).
Saya teringat masa-masa bersama dengan dia dan juga dua teman yang lain (kami berempat). Setelah lulus kuliah, kami berempat mengisi hari-hari dengan menjual "Aneka Penyetan" bersama, "PENYET MAS PENYOK". Modalnya kami patungan, untuk membeli "Ubo Rampe" jualan aneka penyetan tersebut. Siang harinya kami mencoba cari kerjaan dengan memasukan surat lamaran, sore harinya kami berempat sudah ngepost di rumahnya si "ER" untuk menyiapkan jualan Pecel Lele. Kami memasak nasi, menguleg sambel, menyiapkan lele, telor, terong, menyiapkan gerobak. Setelah semuanya siap, gerobakpun didorong menuju lokasi jualan. Lokasi jualan berada di sebelah barat Polres Sleman. Itu dulu...saat-saat awal-awal berjuang...
Waktu terus berjalan, seseorang yang kasmaran mengatakan, Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulanpun berganti menjadi tahun....Kau selalu hadir dalam ingatanku....(GOMBALLL) hehehehe. Takdirpun terus berubah sesuai janji Allah "Innallaha Laa Yughayyiru ma bi qaumin Khatta Yughayyiru ma Bi Anfusihim". Kami berempat menjalani takdirnya sendiri-sendiri. Yang satu, namanya Mas "Saeful" diterima di Depag DIY, satu yang lain Mas "Tsabit" (semoga Allah menguatkan hatinya), pulang ke kampung halaman di lampung. Diriku ini, bekerja di Yayasan Pendidikan, dan sekarang di Sekolah Tinggi Komputer di Jogjakarta. Yang satunya lagi, Menjadi Pak Polisi.
Hari kemarin menjadi momentum perubahan bagi "Pak Polisi", Semoga Allah SWT memberikan Barakah kepada kamu, dan memberikan Barakah kepada mereka dan mengumpulkan kalian semua dalam kebaikan.
akhirnya saya ucap :'Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khoir"
## Selengkapnya....
Saya teringat masa-masa bersama dengan dia dan juga dua teman yang lain (kami berempat). Setelah lulus kuliah, kami berempat mengisi hari-hari dengan menjual "Aneka Penyetan" bersama, "PENYET MAS PENYOK". Modalnya kami patungan, untuk membeli "Ubo Rampe" jualan aneka penyetan tersebut. Siang harinya kami mencoba cari kerjaan dengan memasukan surat lamaran, sore harinya kami berempat sudah ngepost di rumahnya si "ER" untuk menyiapkan jualan Pecel Lele. Kami memasak nasi, menguleg sambel, menyiapkan lele, telor, terong, menyiapkan gerobak. Setelah semuanya siap, gerobakpun didorong menuju lokasi jualan. Lokasi jualan berada di sebelah barat Polres Sleman. Itu dulu...saat-saat awal-awal berjuang...
Waktu terus berjalan, seseorang yang kasmaran mengatakan, Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulanpun berganti menjadi tahun....Kau selalu hadir dalam ingatanku....(GOMBALLL) hehehehe. Takdirpun terus berubah sesuai janji Allah "Innallaha Laa Yughayyiru ma bi qaumin Khatta Yughayyiru ma Bi Anfusihim". Kami berempat menjalani takdirnya sendiri-sendiri. Yang satu, namanya Mas "Saeful" diterima di Depag DIY, satu yang lain Mas "Tsabit" (semoga Allah menguatkan hatinya), pulang ke kampung halaman di lampung. Diriku ini, bekerja di Yayasan Pendidikan, dan sekarang di Sekolah Tinggi Komputer di Jogjakarta. Yang satunya lagi, Menjadi Pak Polisi.
Hari kemarin menjadi momentum perubahan bagi "Pak Polisi", Semoga Allah SWT memberikan Barakah kepada kamu, dan memberikan Barakah kepada mereka dan mengumpulkan kalian semua dalam kebaikan.
akhirnya saya ucap :'Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khoir"
"Salinan" Kalender 2009
Kemarin, hari senin tanggal 15 Desember 2008, saya mencoba membuat sebuah kalender 2009. Sedikit materi saya mengcopy dari kalender Hammas (PKS Piyungan), jazakumullah yaa akhii. Ada dua buah design yang saya buat (tapi yaa..maklum aja..bukan designer professional. Kalender yang saya buat berisi foto mujahid muda ku “Fadhilah Azkia’ dan juga foto si penawar hati “Umu Azkia”.
Saya merasa bahagia, oleh karena pertama saya ternyata bisa design kalender juga, hehehe…terus kebahagiaan saya yang kedua adalah kalender ini merupakan pesanan dari si Penawar Hati “Umu Azkia”. Beberapa waktu yang lalu (sudah lama siihhh) pernah minta dibuatkan kalender yang ada gambarnya “family”. Saya (abu azkia) mengiyakan…ehhh baru sekarang bisa terlaksana…maafff ya ummmmm…
Kemarin sore, sepulang kerja saya mampir di “Ortindo” (maaf..ini bukan sponsor loo) untuk nge PRINT hasil design saya. Dan hasilnya cukup lumayan..Tapi sampai saat ini umu azkia belum melihat hasil karya sang "arjuna"..hehehe..lohh kenapa masalahnya? masalahnya sekarang ini umu azkia dan mujahid muda ku sedang berada di rumah eyangnya di Batang. Umu azkia sedang cuti melahirkan. Seperti dalam isi blog saya yang terdahulu..Saya kedatangan generasi kedua "Mayla Faizah Salsabila". Semoga menjadi Generasi Harapan. Jadi sementara ini saya mem"bujang".
Semoga Allah senantiasa menguatkan keimanan kita bersama..Amiiin
bagi yang mau download kalender klik di sini dan sini
## Selengkapnya....
Saya merasa bahagia, oleh karena pertama saya ternyata bisa design kalender juga, hehehe…terus kebahagiaan saya yang kedua adalah kalender ini merupakan pesanan dari si Penawar Hati “Umu Azkia”. Beberapa waktu yang lalu (sudah lama siihhh) pernah minta dibuatkan kalender yang ada gambarnya “family”. Saya (abu azkia) mengiyakan…ehhh baru sekarang bisa terlaksana…maafff ya ummmmm…
Kemarin sore, sepulang kerja saya mampir di “Ortindo” (maaf..ini bukan sponsor loo) untuk nge PRINT hasil design saya. Dan hasilnya cukup lumayan..Tapi sampai saat ini umu azkia belum melihat hasil karya sang "arjuna"..hehehe..lohh kenapa masalahnya? masalahnya sekarang ini umu azkia dan mujahid muda ku sedang berada di rumah eyangnya di Batang. Umu azkia sedang cuti melahirkan. Seperti dalam isi blog saya yang terdahulu..Saya kedatangan generasi kedua "Mayla Faizah Salsabila". Semoga menjadi Generasi Harapan. Jadi sementara ini saya mem"bujang".
Semoga Allah senantiasa menguatkan keimanan kita bersama..Amiiin
bagi yang mau download kalender klik di sini dan sini
Selasa, 09 Desember 2008
PKS dan Bonsai Politik
Awalnya ada sedikit keraguan tentang ketulusan PKS dalam berpolitik. Dengan tanggapan saudara I Made Artjana dan Ijul Chaniago di inilah.com dan beragam tanggapan yang masuk ke saya lewat email memaksa saya untuk mempelajari platform PKS yang bisa dilihat di website www.pks.or.id.Membaca platform PKS, rasanya memang agak lain daripada yang lain. PKS terlihat serius dan lebih siap untuk merenovasi rumah besar Indonesia yang hampir roboh. Sebuah karya yang terlihat digarap sangat serius dari berbagai latar disiplin.
Dialog panjang Soekarno-Natsir, buku Di Bawah Bendera Revolusi dan referensi lain yang membahas tentang nasionalisme dan agama dalam beberapa hal, rasanya menjadi kurang relevan untuk memotret 'tingkah polah' PKS. PKS agak sulit dipetakan dalam dikotomi agama dan nasionalis. Bahkan tak kurang pengamat gaek Arbi Sanit pun kebingungan mengidentifikasikan PKS masuk aliran mana. Mungkin ini varian baru dalam peta politik Indonesia.
PKS tidak mau mengikuti rumusan baku agama versus nasionalis. Paradigma lama nasionalis yang 'anti' agama atau partai agama yang tidak nasionalis agaknya memang harus direvisi.
PKS telah mendobrak tidak hanya paradigma dan diskursus nasionalisme, tetapi juga menunjukkan secara nyata penerapan nasionalisme itu sendiri.
Pot bonsai bernama partai agama rupanya hendak dipecahkan oleh PKS. Tentu saja ini tidak mudah, tetapi semuanya sudah dimulai. Ibarat bayi ayam yang akan lahir dan tumbuh besar harus memecahkan selaput keras bernama cangkang telur. Pot bonsai bernama agama itu mulai dipatuk-patuk oleh bayi PKS untuk tumbuh besar meraksasa.
Memang pilihan yang cukup dilematis. Kalau ingin indah dan dipuji-puji banyak orang, tetaplah menjadi bonsai dan menjadi pajangan di banyak event seminar dan keramaian. Tetapi jika ingin besar dan menghasilkan buah, harus siap berhadapan dengan beribu tantangan. Udara luar yang tidak bersahabat, ulat, kutu dan tangan-tangan jahil yang siap menghadang laju berkembangnya pohon PKS. Tantangan dari luar dan dalam pastilah ada, dan harus diselesaikan.
Beruntunglah kita menjadi saksi sejarah, berubahnya suatu partai bonsai menjadi pohon raksasa. Sebuah transformasi yang memerlukan energi dan pengorbanan yang berlipat-lipat. Semoga saja pilihan ini benar-benar disadari oleh segenap elemen PKS. Perubahan ini bukan seperti mempersiapkan pisau roti untuk tamasya, tetapi parang untuk membabat semak belukar yang sudah berurat berakar dan saling berjalin kelindan.
Selamat datang PKS. Selamat datang di negeri pelangi. Rasanya kawan-kawan non muslim mulai harus berani mengikis kecurigaan terhadap partai ini sebagaimana keberanian PKS menembus batas. Mungkin kita tidak perlu sinis, bahkan kitapun masih boleh berharap dan berdoa semoga Tuhan memberkati.
Yacobus Meliala, y.meliala@gmail.com
Disalin dari : www.smsplus.blogspot.com
Kamis, 04 Desember 2008
Lelaki Akhirat

Oleh Anis Matta
“Kalau butir-butir korma ini harus kutelan semua baru maju berperang …. Oh betapa jauh sungguh jarak antara aku dengan surga.”
“Kalau butir-butir korma ini harus kutelan semua baru maju berperang …. Oh betapa jauh sungguh jarak antara aku dengan surga.”
lnilah ungkapan seorang sahabat ketika mendengar Rasulullah SAW bersabda menjelang berkecamuknya perang Badar: 'Majulah kalian semua menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi.”
Kecemerlangan sahabat-sahabat Rasulullah SAW, serta semua manusia Muslim yang agung yang pernah memenuhi lembaran sejarah kejayaan umat ini, sesungguhnya difaktori - salah satunya - oleh 'hadirnya' akhirat - dan semua makna yang terkait dengan kata ini dalam benak mereka setiap saat.
Lukisan kenlkmatan surga meringankan semua beban kehidupan duniawi dalam diri mereka. Lukisan kenikmatan surga meringankan langkah kaki mereka menyusuri napak tilas perjuangan yang penuh onak dan duri. Tak ada duri yang sanggup menghentikan langkah mereka. Sebab duri itu justru memberinya kenikmatan jiwa saat jiwa duniawinya sedang bermandikan sungai surga. Lukisan kenikmatan surga melahirkan semua kehendak dan kekuatan yang terpendam dalam dasar kepribadiannya. Tak ada kehendak akan kebaikan yang tak menjelma jadi realita. Tak ada tenaga raga yang tersisa dalam dirinya, semua larut dalam arus karya dan amal.
Lukisan kedahsyatan neraka memburamkan semua keindahan syahwat dalam pandangan mata hatinya. Lukisan kedahsyatan neraka mematikan semua kecendrungan pada kejahatan. Sebab kejahatan itu sendiri telah berubah menjadi neraka dalam jiwanya, saat sebelah kakinya telah terjerembab kedalam neraka dengan satu kejahatan, dan kaki yang satu akan menyusul dengan kejahatan kedua. Lukisan kedahsyatan neraka menghilangkan semua rasa 'kehilangan, kepahitan dan penyesalan' dalam dirinya saat ia mencampakkan kenikmatan syahwati.
Lukisan surga dan neraka memberi mereka kesadaran yang teramat dalam akan waktu. Makna kehidupan menjadl begitu sakral, suci dan agung ketika ia diletakkan dalam bingkai kesadaran akan keabadian. Kaki mereka menapak di bumi, tapi jiwa mereka mengembara di langit keabadian. Dari telaga keimanan ini mereka meneguk semua kekuatan jiwa untuk dapat mengalahkan hari-hari. Seperti apakah kenikmatan yang bisa diberikan syahwat duniawi kepadamu, jika ia engkau letakkan dalam neraka jiwamu. Seperti apa pulakah kepahitan yang dapat diberi¬kan penderitaan duniawi kepadamu, jika ia engkau simpan dalam surga jiwamu.
Lukisan surga dan neraka yang memenuhi lembaran surat-surat Makkiyah, terkadang dipaparkan Allah swt dengan gaya iImiah yang begitu logis. Sama seperti ia terkadang melukiskannya dengan gaya deskripsi, begitu sastrawi dan menyeni, seindah-indahnya. Atau semengeri-ngerikannya. Lukisan pertama menyentuh instrumen akal dan melahirkan 'Al-Yaqin' akan kebenaran hari kebangkitan (akhirat). Lukisan kedua menyentuh instrumen hati dan selanjutnya diharapkan melahirkan 'Khaufan Wa Thoma'an'.
Begitulah Al-Iman BiI Yaumil Akhir itu menjadi telaga tempat kita meneguk semua kekuatan jiwa untuk berkarya. Begitulah Al-Iman BiI Yaumil Akhir itu menjadi mesin yang setiap saat 'memproduksi' watak-watak baru yang positif dan Islami dalam struktur kepribadian kita.
Untuk 'memfungsikan' keimanan ini seperti ini, kita harus 'menghadirkan' maknanya setiap saat dalam benak dan hati kita. Sebab “…dari makna-makna kubur inilah akan lahir akal yang kuat dan tegar bagi sang kehendak," kata Musthofa Shidiq Al-Rofi’i.
[+/-] Ringkasan saja...
## Selengkapnya....
Kecemerlangan sahabat-sahabat Rasulullah SAW, serta semua manusia Muslim yang agung yang pernah memenuhi lembaran sejarah kejayaan umat ini, sesungguhnya difaktori - salah satunya - oleh 'hadirnya' akhirat - dan semua makna yang terkait dengan kata ini dalam benak mereka setiap saat.
Lukisan kenlkmatan surga meringankan semua beban kehidupan duniawi dalam diri mereka. Lukisan kenikmatan surga meringankan langkah kaki mereka menyusuri napak tilas perjuangan yang penuh onak dan duri. Tak ada duri yang sanggup menghentikan langkah mereka. Sebab duri itu justru memberinya kenikmatan jiwa saat jiwa duniawinya sedang bermandikan sungai surga. Lukisan kenikmatan surga melahirkan semua kehendak dan kekuatan yang terpendam dalam dasar kepribadiannya. Tak ada kehendak akan kebaikan yang tak menjelma jadi realita. Tak ada tenaga raga yang tersisa dalam dirinya, semua larut dalam arus karya dan amal.
Lukisan kedahsyatan neraka memburamkan semua keindahan syahwat dalam pandangan mata hatinya. Lukisan kedahsyatan neraka mematikan semua kecendrungan pada kejahatan. Sebab kejahatan itu sendiri telah berubah menjadi neraka dalam jiwanya, saat sebelah kakinya telah terjerembab kedalam neraka dengan satu kejahatan, dan kaki yang satu akan menyusul dengan kejahatan kedua. Lukisan kedahsyatan neraka menghilangkan semua rasa 'kehilangan, kepahitan dan penyesalan' dalam dirinya saat ia mencampakkan kenikmatan syahwati.
Lukisan surga dan neraka memberi mereka kesadaran yang teramat dalam akan waktu. Makna kehidupan menjadl begitu sakral, suci dan agung ketika ia diletakkan dalam bingkai kesadaran akan keabadian. Kaki mereka menapak di bumi, tapi jiwa mereka mengembara di langit keabadian. Dari telaga keimanan ini mereka meneguk semua kekuatan jiwa untuk dapat mengalahkan hari-hari. Seperti apakah kenikmatan yang bisa diberikan syahwat duniawi kepadamu, jika ia engkau letakkan dalam neraka jiwamu. Seperti apa pulakah kepahitan yang dapat diberi¬kan penderitaan duniawi kepadamu, jika ia engkau simpan dalam surga jiwamu.
Lukisan surga dan neraka yang memenuhi lembaran surat-surat Makkiyah, terkadang dipaparkan Allah swt dengan gaya iImiah yang begitu logis. Sama seperti ia terkadang melukiskannya dengan gaya deskripsi, begitu sastrawi dan menyeni, seindah-indahnya. Atau semengeri-ngerikannya. Lukisan pertama menyentuh instrumen akal dan melahirkan 'Al-Yaqin' akan kebenaran hari kebangkitan (akhirat). Lukisan kedua menyentuh instrumen hati dan selanjutnya diharapkan melahirkan 'Khaufan Wa Thoma'an'.
Begitulah Al-Iman BiI Yaumil Akhir itu menjadi telaga tempat kita meneguk semua kekuatan jiwa untuk berkarya. Begitulah Al-Iman BiI Yaumil Akhir itu menjadi mesin yang setiap saat 'memproduksi' watak-watak baru yang positif dan Islami dalam struktur kepribadian kita.
Untuk 'memfungsikan' keimanan ini seperti ini, kita harus 'menghadirkan' maknanya setiap saat dalam benak dan hati kita. Sebab “…dari makna-makna kubur inilah akan lahir akal yang kuat dan tegar bagi sang kehendak," kata Musthofa Shidiq Al-Rofi’i.
[+/-] Ringkasan saja...
Arti sebuah "kesendirian"
Beberapa minggu terakhir ini, saya dirumah lagi sendirian. Kalo saya sampaikan ke teman kerja mereka akan bilang..."wah ada duda nih". ya memang..keluarga kecil saya (umu azki, mujahid kecilku "Azki" dan Bidadari duniaku "Mayla Faizah..." sedang liburan ketempat Eyang Batang.
Baru beberapa hari saja di tinggal oleh mereka. Ada perasaan sepi, kangen, rindu. Biasanya kalo pagi hari berangkat bersama-sama. Pulang kerjapun saya jemput mereka. Pulang bersama-sama, sampai dirumah bergerilya melakukan aktivitas rumah tangga. Bersih-bersih rumah, menyiapkan air panas, untuk mandi azki. Setelah itu baru umi dan abinya yang mandi..
Sekarang berbeda...saya berangkat kerja sendiri, dan pulang kerjapun tidak ada yang dijemput. Rasanya ada yang lain (ya emang lain..), betapa saat-saat seperti ini sangat merasakan betapa pentingnya mereka. Mereka bisa menjadi penghibur dalam kesepian, menjadi pengobat dalam kelelahan.
Semoga mereka baik-baik saja disana..
## Selengkapnya....
Baru beberapa hari saja di tinggal oleh mereka. Ada perasaan sepi, kangen, rindu. Biasanya kalo pagi hari berangkat bersama-sama. Pulang kerjapun saya jemput mereka. Pulang bersama-sama, sampai dirumah bergerilya melakukan aktivitas rumah tangga. Bersih-bersih rumah, menyiapkan air panas, untuk mandi azki. Setelah itu baru umi dan abinya yang mandi..
Sekarang berbeda...saya berangkat kerja sendiri, dan pulang kerjapun tidak ada yang dijemput. Rasanya ada yang lain (ya emang lain..), betapa saat-saat seperti ini sangat merasakan betapa pentingnya mereka. Mereka bisa menjadi penghibur dalam kesepian, menjadi pengobat dalam kelelahan.
Semoga mereka baik-baik saja disana..
Langganan:
Postingan (Atom)

