Salam Persahabatan Untuk Semua

Satukan Hati Karena Ilahi

::Hanya Ada Satu Bumi Untuk Kita Tempati Bersama::

::Hanya Ada Satu Negeri Untuk Kita Bangun Bersama::

" INDONESIA "

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rabu, 28 Januari 2009

Gilad Amos : Hamas Musuh Nasional Mesir

Tabir yang tertutup menjadi terbuka. Teka-teki umat Islam di seluruh dunia terhadap Mesir terjawab. Mengapa selama agresi militer Zionis-Israel terhadap Gaza, justru Mesir mendukung Israel, dan menutup rapat-rapat perbatasan sampai hari ini? Ternyata pemerintah Mesir telah menetapkan Hamas menjadi musuh nasional Mesir.

Penasehat Keamanan dan Politik Israel, yang melakukan kunjungan bolak-balik Tel Aviv – Cairo, Mayor Jendral Gilad Amos, menyatakan terima kasih dan menghormati sikap Mesir yang telah menjadikan Hamas sebagai sebagai musuh dan ancaman keamanan nasional Mesir. Koran Haaretz, yang mengutip pernyataan Gilad, yang usai bertemua dengan Kepala Intelijen Mesir, Omar Sulaiman, secara ekplisit Omar telah menginginkan kerjasama lebih erat dengan Israel, khususnya dalam rangka menghentikan penyelundupan senjata ke Gaza. Gilad dan Omar Sulaiman telah berdiskusi berjam-jam mengenai langkah-langkah yang akan ditempuh kedua negara Mesir-Israel, supaya tidak ada lagi senjata yang dapat masuk ke Gaza.

Tampaknya, Israel masih merasa masygul, karena tak mampu menghentikan Hamas, meskipun sudah diembargo dan diblokade hampir satu, tapi Hamas masih tetap eksis, bahkan mampu menghadapi gempuran militer Israel selama 22 hari. Serangan udara yang massif, dan didukung serangan dari kapal-kapal perang di teluk Gaza, serta serangan darat, yang menggunakan tank-tank Merkava, tak juga dapat membekuk Hamas, dan membuat gerakan itu bertekuk lutut kepada pasukan Zionis-Israel. Inilah yang menjadi perdebatan dikalangan petinggi militer Israel. Tak heran di saat perang yang sedang berkecamuk dengan dahsyat, Menlu Israel, Tzipi Livni terbang ke Washington, dan menandatangani perjanjian dengan AS, yang akan menghentikan penyeludupan senjata dari perbatasan Mesir.

Gilad Amos sangat berterima kasih kepada Mesir, yang menunjukkan pengertian yang sangat besar, karena selama perang Mesir telah menutup rapat-rapat perbatasannya. Utusan pemerintah Mesir itu, jugag tak lupa menyatakan penghargaannya, di mana Mesir berjanji tidak akan memberikan apa-apa kepada Hamas, dan akan tetap menutup perbatasannya. “Mesir tidak akan membuka pintu Rafah”, ujar Gilad. Sementara itu, di Cairo tidak ada bantahan atas pernyataan Gilad Amos, yang sudah disiarkan oleh Koran Israel, Haaretz, Rabu, kemarin.

Dibagian lain, para ahli hukum dari Swiss yang melakukan kunjungan ke Gaza, mereka sangat terkejut, melihat kehancuran di wilayah itu, yang sedemikian dahsyat. Anggota perlemen Swiss, sangat shock melihat kondisi yang ada di Gaza. “Israel telah membunuh banyak orang, menghancurkan batu, pohon, dan membunuh apa saja yang ada di Gaza”, ujar anggota parlemen Swiss. Delegasi parlemen yang disertai empat ahli hukum itu melakukan penyidikan ke seluruh wilayah di Gaza, dan melihat serta mencatat semua yang ada di Gaza, sebagai bahan laporan ke Konvensi Jenewa. Angngota parlemen itu juga meminta agar pemerintah Swiss menghentikan kerjasama militer dengan Israel.

Salah seorang anggota parlemen Swiss, Carlo Samaroga, menegaskan akan menangkap dan menahan semua pejabat Israel yang terlibat dalam perang di Gaza, jika mereka melakukan kunjungan ke Swiss. Ini akan menjadi preseden baru, jika pemerintah Swiss melakukan penangkapan dan penahanan terhadap pejabat-pejabat Israel, yang terlibat dalam kejahatan perang di Gaza. Setidak ada tokoh yang terlibat langsung dalam kejahatan perang di Gaza, yaitu Perdana Ehud Olmert, Menlu Tzipi Livni, dan Menhan Ehud Barak.

Secara terpisah salah seorang anggota parlemen Swiss, Josep Zisyadis menyatakan : “ Ini bukan perang antara tentara dengan tentara, tapi ini perang antara pasukan regular (Israel Depend Forces-IOF) melawan rakyat sipil yang tidak bersenjata di Gaza. Ini adalah kejahatan yang tidak dapat diterima, dan masyarakat internasional harus menghukum mereka yang telah melakukan kejahatan”, tambah Josep Zisyadis. Anggota parlemen itu juga meminta rakyat Gaza terus berjuang menolak penjajah, dan melakukan perjuangan membebaskan tanah air mereka, dan hal itu seperti dialami mereka yang mebebaskan Swiss dari cengkeraman Jerman.

Perang yang berlangsung terus menerus, tak lain tujuan Israel adalah ingin memperluas wilayah jajahannya, dan mengusir rakyat Palestina dari tanah kelahirannya. Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan pemerintah Palestina, sejak tahun 2008, jumlah angka pemukiman Yahudi di Tepi Barat, meningkat 60%. Jadi penutupan pemukiman di Gaza itu, dialihkan ke Tepi Barat. Jadi jumlah pemukim Yahudi di wilayah itu semakin banyak. Selama tahun 2008, pemerintah Israel telah membangun 1257 bangunan, termasuk 748 berupa bangunan rumah yang permanent, dan 509 berbentuk caravan. Inilah politik militer rejim Zionis-Israel, yang terus memperluas daerah jajahannya.

Menanggapi maneuver angkat laut Prancis yang sudah berpatroli di Laut Mediteranian, dan menggunakan kapal Fregat, sebagai bagian komitment Presiden Sarkozy kepada Tzipi Livni, yang ingin menghentikan penyelundupan senjata ke Gaza, kelompok Front Perjuangan Palestina (PFLP), meminta agar Prancis dan anggota Nato lainnya, tidak ikut melakukan blockade ke Gaza, yang menghalangi bantuan kemanusiaan yang akan masuk ke Gaza. PFLP juga meminta agar Prancis segera menarik kapal Frigatnya keluar dari Luat Mediterinian. (m/berbagai sumber).

## Selengkapnya....

Senin, 12 Januari 2009

Pemerintah Iran Ajukan Draft UU "Boikot Israel"

Pemerintah Iran membuat membuat gebrakan baru lagi terkait agresi brutal Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Pemerintahan Presiden Mahmud Ahmadinejad mengajukan draft undang-undang ke parlemen yang akan menjatuhkan sanksi bagi perusahaan-perusahaan asing yang terbukti memiliki hubungan dengan Israel atau memberikan dukungan moneter untuk kepentingan-kepentingan Israel.

Langkah ini adalah langkah yang kesekian kalinya dilakukan pemerintah Iran untuk menekan Israel.

Pekan kemarin, pemerintah Iran memerintahkan agar distribusi produk-produk dari perusahaan yang diduga punya hubungan dengan Israel, dihentikan. Menteri Pertambangan dan Industri Iran, Ali Akbar Mehrabian mengatakan, instruksi berlaku sampai dilakukan evaluasi final tentang status pemilik modal perusahaan-perusahaan yang bersangkutan.

Sejauh ini, Iran belum mengumumkan nama perusahan-perusahaan itu, termasuk detil dari draft undang-undang yang diajukan pemerintahan Ahmadinejad.

Selain Iran, Malaysia lewat Perdana Menteri-nya Abdullah Ahmad Badawi juga mendesak komunitas internasional untuk menerapkan sanksi pada Israel. Badawi menyebut agresi Israel ke Gaza sebagai tindakan amoral dan mengatakan bahwa para pemimpin dunia punya tanggung jawab moral untuk membantu rakyat Palestina.

Sementara itu, negara-negara Arab masih bersikap menunggu untuk menerapkan sanksi tegas terhadap Israel. Pemerintah Qatar mengatakan siap memutus hubungan dagang dengan Israel jika negara-negara Arab lainnya juga melakukan tindakan yang sama.

Saat ini, negara Arab yang secara resmi membuka hubungan diplomatik dengan Israel adalah Yordania dan Mesir. Yordania belum memutuskan apakah akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, meski kemungkinan itu menurut pejabat pemerintahan Yordania terbuka akibat tekanan dari publik Yordania agar negara itu memutus hubungan diplomatik dengan Israel. (ln/prtv)
## Selengkapnya....

Senin, 05 Januari 2009

Strategi Hammas

Pasukan darat Israel mulai merasakan beratnya bertempur secara berhadap-hadapan dengan Hamas, meski pasukan Zionis memiliki senjata artileri yang jauh lebih canggih dari senjata yang dimiliki Hamas. Namun Hamas sudah menyiapkan strategi perang darat dengan pasukan Zionis yang sudah mereka antisipasi menyusul ancaman-ancaman yang dilontarkan Israel saat masih berlaku gencatan senjata di Jalur Gaza.

Brigade Izzudin al-Qasam, sayap militer Hamas mengungkapkan, mereka sudah membangun terowongan-terowongan di bawah tanah yang tahan akan hantaman ranjau-ranjut darat dan ranjau anti-personel. Para pejuang Hamas juga sudah menyiapkan perangkap-perangkap yang mereka pasang di rumah-rumah dekat wilayah perbatasan.

"Para pejuang kami berada di tempat-tempat yang tak terlihat, menunggu kedatangan tentara-tentara Zionis ke gedung-gedung yang sudah dipasangi perangkap," demikian keterangan Brigade Izzudin al-Qassam

Laporan koresponden Islamonline hari Minggu kemarin menyebutkan bahwa para pejuang Palestina berhasil menyergap sejumlah tentara Israel di sebuah rumah. Tentara-tentara Zionis terperangkap di dalam rumah yang dihujani tembakan oleh para pejuang Palestina. Mereka memanggil bantuan pasukan udara agar bisa keluar dari rumah itu.

Sejak mengerahkan pasukan daratnya, militer Israel mengakui sekitar 40 tentaranya mengalami luka-luka akibat perlawanan para pejuang Hamas. Pertempuran darat berlangsung sengit di empat titik di Gaza, antara lain di wilayah utara Gaza, Gaza City, Beit Lahiya dan Jabaliya.

Tank-tank Israel dikerahkan di dua titik di Gaza yaitu wilayah utara dan selatan. Israel mengarahkan tank-tanknya ke perbatasan Rafah, selatan Gaza untuk memisahkan wilayah Gaza dari Mesir. Dalam serangan darat, pasukan Zionis tidak berhasil menemukan tempat-tempat peluncuran roket Hamas. Namun para pejuang Hamas dilaporkan berhasil menjungkirbalikkan tank-tank Merkava Israel dengan roket-roketnya. Terakhir, roket-roket Hamas berhasil menjangkau basis angkatan udara Israel Hatzor di kota Ashdod.

Seorang pejuang Brigade al-Qassam mengatakan, mereka memiliki persediaan roket yang cukup banyak, termasuk senjata peluncur granat (RPG) untuk menembak helikopter-helikopter Israel. "Senjata-senjata itu cukup efektif," kata pejuang tadi.

Itulah sebabnya, Israel sangat mengandalkan serangan udara dengan menggunakan pesawat tempur F16-nya untuk menghindari tembakan-tembakan RPG-RPG pejuang Hamas.

Brigade Izzudin al-Qassam mengkordinir agar para pejuangnya tidak terlacak radar, dengan membagi mereka kedalam kelompok-kelompok dan unit-unit khusus. "Seluruh pejuang Palestina melakukan kordinasi bersama untuk menghadapi invasi Israel ke Gaza," kata sumber Brigade al-Qassam.

Hamas dilaporkan memiliki kekuatan 10.000 pejuang aktif dan pejuang cadangan yang terlatih dengan jumlah yang hampir sama. (ln/iol)

## Selengkapnya....

Hijrah Kedua Sang Musashi

oleh Ani Bowolaksono
Senin, 05/01/2009 13:05 WIB Cetak | Kirim | RSS

Taiyo-san namanya. Berasal dari belahan barat negeri sakura. Tertarik pada Islam di Indonesia saat pengambilan data untuk thesis masternya. Ketika azan digemakan, orang disekitarnya berbondong-bondong datang ke masjid untuk sholat, bahkan saat rombongan penelitian berada di kawasan hutan belantara sekalipun, mereka melakukan sholat. Ada apa dengan sholat? Pikirnya.

Kelak hal itu terjawab bersamaan dengan jawaban keingintahuannya tentang sumber ketenangan hati. Syahadat pun diikrarkan. Janji Allah, hanya dengan mengingat-Nya hati menjadi tenang. Disitulah letak kebahagiaan hidup hakiki yang dicarinya.

Pernikahan dengan muslimah Indonesia, menambah mantap hijrahnya. Perjuangan mempelajari Islam dilanjutkan melalui bantuan sang istri. “Saya sedang mengajarinya membaca Alquran” Kata sang istri suatu saat. Peranan pasangan hidup di awal membangun mahligai rumah tangga di negeri Sakura, menjadi fondasi kokoh pembentukan jati diri sebagai muslim. Aktif dalam kegiatan keislaman dan bersilaturahmi dengan keluarga pelajar muslim di sekitar, pun dilakukan untuk menjaga kesuburan ruhani mereka.

Kehadiran si kecil Sakina-chan menambah marak kehidupan keluarga Taiyo-san. Tapi di sisi lain, pendidikan dan lingkungan yang jauh dari nilai Islam, membuat risau keduanya. Remaja stress, angka bunuh diri yang tinggi sudah menjadi berita biasa di negeri ini. Pergaulan bebas dan hamil di luar nikah bukan hal memalukan lagi. Kondisi kesehatan mertua di tanah air, menjadi pertimbangan berikutnya. Baik buruk hijrah ke Indonesia, ditimbang dengan cermat. Bismillah, dengan mantap mereka selesaikan semua urusan. Mereka tinggalkan kemapanan hidup yang ada di Jepang.

Berbekal keyakinan dan tekad membina keluarga untuk menjadi lebih baik, musim panas tahun lalu adalah musim panas terakhir mereka di negeri matahari terbit. Hingar bingar Jepang sebagai heiwa na kuni (negeri yang aman dan damai) dan yutaka na kuni (negeri yang kaya), tidak menyurutkan langkah mereka menuju negeri yang secara fisik berbeda dari Jepang. “Rizki sudah diatur oleh Allah dan Allah akan selalu bersama orang-orang yang sabar,” Begitu keyakinannya. Dan hijrahlah Taiyo-san ke Indonesia.

Di saat ratusan orang Indonesia berkompetisi untuk dapat bekerja di Jepang, Taiyo-san justru mencari pekerjaan di Indonesia. Nyalinya untuk mengambil resiko bukan tanpa perhitungan. Kenyakinan akan nashrullah memayungi langkahnya. Akurasi perhitungan hidup di Indonesia dirancang dengan baik, mengingatkan pada samurai zaman Edo, Miyamoto Musashi yang selalu akurat memainkan pedang.

Ketika ditanya sampai kapan tinggal di Indonesia.
“Sampai mati, karena saya ingin dikubur di sana”, jawabnya mantap. Semantap sang mushashi menghunus pedang ke tubuh lawan.

Subhanallah, memang Indonesia butuh orang-orang bermental pejuang sepertimu.

Okayama, 6 Muharram 1430 H
anibowo@yahoo.co.jp
## Selengkapnya....
oleh Ani Bowolaksono
Senin, 05/01/2009 13:05 WIB Cetak | Kirim | RSS

Taiyo-san namanya. Berasal dari belahan barat negeri sakura. Tertarik pada Islam di Indonesia saat pengambilan data untuk thesis masternya. Ketika azan digemakan, orang disekitarnya berbondong-bondong datang ke masjid untuk sholat, bahkan saat rombongan penelitian berada di kawasan hutan belantara sekalipun, mereka melakukan sholat. Ada apa dengan sholat? Pikirnya.

Kelak hal itu terjawab bersamaan dengan jawaban keingintahuannya tentang sumber ketenangan hati. Syahadat pun diikrarkan. Janji Allah, hanya dengan mengingat-Nya hati menjadi tenang. Disitulah letak kebahagiaan hidup hakiki yang dicarinya.

Pernikahan dengan muslimah Indonesia, menambah mantap hijrahnya. Perjuangan mempelajari Islam dilanjutkan melalui bantuan sang istri. “Saya sedang mengajarinya membaca Alquran” Kata sang istri suatu saat. Peranan pasangan hidup di awal membangun mahligai rumah tangga di negeri Sakura, menjadi fondasi kokoh pembentukan jati diri sebagai muslim. Aktif dalam kegiatan keislaman dan bersilaturahmi dengan keluarga pelajar muslim di sekitar, pun dilakukan untuk menjaga kesuburan ruhani mereka.

Kehadiran si kecil Sakina-chan menambah marak kehidupan keluarga Taiyo-san. Tapi di sisi lain, pendidikan dan lingkungan yang jauh dari nilai Islam, membuat risau keduanya. Remaja stress, angka bunuh diri yang tinggi sudah menjadi berita biasa di negeri ini. Pergaulan bebas dan hamil di luar nikah bukan hal memalukan lagi. Kondisi kesehatan mertua di tanah air, menjadi pertimbangan berikutnya. Baik buruk hijrah ke Indonesia, ditimbang dengan cermat. Bismillah, dengan mantap mereka selesaikan semua urusan. Mereka tinggalkan kemapanan hidup yang ada di Jepang.

Berbekal keyakinan dan tekad membina keluarga untuk menjadi lebih baik, musim panas tahun lalu adalah musim panas terakhir mereka di negeri matahari terbit. Hingar bingar Jepang sebagai heiwa na kuni (negeri yang aman dan damai) dan yutaka na kuni (negeri yang kaya), tidak menyurutkan langkah mereka menuju negeri yang secara fisik berbeda dari Jepang. “Rizki sudah diatur oleh Allah dan Allah akan selalu bersama orang-orang yang sabar,” Begitu keyakinannya. Dan hijrahlah Taiyo-san ke Indonesia.

Di saat ratusan orang Indonesia berkompetisi untuk dapat bekerja di Jepang, Taiyo-san justru mencari pekerjaan di Indonesia. Nyalinya untuk mengambil resiko bukan tanpa perhitungan. Kenyakinan akan nashrullah memayungi langkahnya. Akurasi perhitungan hidup di Indonesia dirancang dengan baik, mengingatkan pada samurai zaman Edo, Miyamoto Musashi yang selalu akurat memainkan pedang.

Ketika ditanya sampai kapan tinggal di Indonesia.
“Sampai mati, karena saya ingin dikubur di sana”, jawabnya mantap. Semantap sang mushashi menghunus pedang ke tubuh lawan.

Subhanallah, memang Indonesia butuh orang-orang bermental pejuang sepertimu.

Okayama, 6 Muharram 1430 H
anibowo@yahoo.co.jp
## Selengkapnya....